
Kesehatan seksual dan reproduksi adalah bagian penting dari Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs), dan salah satu target kunci yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah SDG 3.7, yang menyatakan:
“By 2030, ensure universal access to sexual and reproductive health care services, including for family planning, information and education, and the integration of reproductive health into national strategies and programmes.”
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan memberikan wawasan tentang kesehatan reproduksi, Pokja Kesehatan Reproduksi HPU UGM dengan bangga menghadirkan webinar yang diselenggarakan pada Rabu, 25 Oktober 2023, pukul 10.00-12.00. Acara ini mengulas berbagai aspek penyakit pada organ reproduksi wanita dengan narasumber Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG(K)., seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang organ reproduksi wanita. Acara dimoderatori oleh Elsi Dwi Hapsari, S.Kep., M.Sc., D.S, seorang perawat yang juga seorang peneliti dan pendidik di bidang kesehatan reproduksi.
Acara dibuka oleh Ketua HPU UGM, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., dilanjutkan oleh Ketua Pokja Kesehatan Reproduksi HPU UGM, Widyawati, S.Kep., M.Kes., Ph.D. Beliau memperkenalkan Kesehatan Reproduksi sebagai area tematik tambahan dalam Kelompok Kerja yang dibentuk pada 2022, dari semula 7 (tujuh) menjadi 8 (delapan). “Kesehatan reproduksi sangat erat dengan keseharian kita. Wanita mengalami periode mulai dari menstruasi pertama, usia produktif, hingga menophause sehingga penting bagi kita untuk memahaminya,” tutur Prof Yayi.
Dokter Phyo menjelaskan terkait organ reproduksi wanita, kemudian faktor resiko, dan cara untuk deteksi dini yang perlu dilakukan untuk mengetahui kesehatan organ reproduksi wanita seperti kita dapat melakukan pap smears dan IVA Test. Selain itu beliau juga menjelaskan terkait kanker di area organ reproduksi wanita serta perbedaan antara kista, myoma, dan kanker serviks. Setelah sesi beliau, peserta aktif memberikan pertanyaan, salah satu pertanyaan tersebut adalah apakah IVA Test bisa dibiayai BPJS seperti pap smears. Terkait hal ini, UGM memfasilitasi untuk IVA Test di Gama Medical Center secara gratis.
“Setia pada pasangan merupakan adalah salah satu kunci pencegahan kanker leher rahim, setuju?” tanya dokter Phyo kepada peserta. Peserta sontak menjawab “Setuju” secara serempak.
Selain pembahasan kanker organ reproduksi wanita, acara ini juga menampilkan hasil survei kesehatan reproduksi yang telah dilakukan oleh UGM. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang relevan dan bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi di lingkungan kampus. Acara ini juga memberikan kesempatan bagi dosen dan tenaga kependidikan UGM untuk memahami temuan survei dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada kesehatan reproduksi mereka. Sesi tersebut dibawakan oleh Dr. dr. Prima Dhewi Ratrikaningtyas, M.Biotech.
Penulis: Vita dan Dita